Live Streaming acara Wisuda Diploma, Sarjana, Profesi dan Pascasarjana Periode Februari - April 2017

Diterbitkan pada 03 Mei 2017

 

Upacara Rapat Senat Terbuka Universitas Syiah Kuala dalam rangka :
Wisuda Lulusan Pascasarjana, Profesi, Sarjana dan Diploma, Februari - April 2017 

Dalam Acara Upacara Rapat senat terbuka tanggal 2 Mei 2017 di Universitas Syiah Kuala, Fakultas teknik berhasil meluluskan 156 Peserta wisudawan Priode Februari - April 2017. Yang terdiri dari 22 orang Magister Teknik, 101 orang sarjana teknik, dan 33 orang ahli madya teknik dengan perincian sebagai berikut:

Program Magister

Magister Teknik Sipil, Sebanyak 15 orang 

Magister Teiknik Kimia, Sebanyak 4 Orang

Magister Teiknik Elektro, Sebanyak 3 Orang

Program Sarjana

Program Studi Teknik Sipil, Sebanyak 14 Orang 

Program Studi Teknik Mesin, Sebanyak 11 Orang

Program Studi Teknik Kimia, Sebanyak 17 Orang

Program Studi Teknik Arsitektur, Sebanyak 23 Orang

Program Studi Teknik Elektro, Sebanyak 17 Orang

Program Studi Teknik Industri, Sebanyak 11 Orang

Program Studi Teknik Pertambangan, Sebanyak 8 Orang

Program Ahli Madya

Program Studi Teknik Sipil, Sebanyak 19 Orang 

Program Studi Teknik Mesin, Sebanyak 2 Orang

Program Studi Teknik Kimia, Sebanyak 7 Orang

Program Studi Teknik Listrik, Sebanyak 5 Orang

Untuk Lengkapnya Bisa di saksikan secara Straming DISINI

 

 

UNSYIAH GANDENG PP BANGUN PROYEK RP 314,7 MILIAR

Diterbitkan pada 02 Mei 2017

Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggandeng PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dalam pekerjaan sipil proyek 7 in 1 senilai Rp 314,7 miliar. Upaya tersebut diperkuat dengan penandatanganan kontrak kerja sama di Kantor Pusat Administrasi (KPA), Jumat (28/4).

Kontrak kerja sama ini ditandatangani oleh Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng (Rektor Unsyiah), Anton Satyo Hendriatmo (Kepala Divisi Gedung-2 PT PP (Persero) Tbk), Dr Tarmizi MSc (Pejabat Pembuat Komitmen APBN Sarpras dan Hibah Luar Negeri 7in1 Unsyiah), dan Prof Aris Junaidi PhD (Direktur Proyek Pengembangan Pendidikan pada Tujuh Universitas di Indonesia). Penandatanganan kontrak disaksikan langsung oleh Prof Intan Ahmad PhD,  selaku Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Belmawa Kemristekdikti).

Rektor Unsyiah mengatakan, dalam proyek senilai Rp 314,7 miliar ini, Unsyiah akan membangun tiga gedung baru dengan luas total sekitar 30.000 meter. Ketiga gedung baru tersebut adalah gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), dan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP). Direncanakan seluruh pembangunan gedung ini berlangsung selama 17 bulan dan diharapkan selesai pada akhir tahun 2018.

“Pihak Unsyiah berharap pembangunan tiga gedung ini dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan semua pihak dapat mematuhi peraturan yang berlaku,” tegasnya.

Prof Samsul juga berharap agar pembangunan gedung ini dilakukan secara optimal dengan mengedepankan kualitas dan mutu baik sehingga tercipta gedung yang mampu bertahan lama.

“Gedung yang dibangun harus menjadi gedung yang monumental dan bukan hanya dapat digunakan satu atau dua tahun saja, tetapi dapat bertahan hingga 200 tahun layaknya gedung-gedung di Eropa,” ungkapnya.

Sementara itu, Prof Intan Ahmad mengaku, saat ini Unsyiah telah masuk dalam jajaran universitas unggul di Indonesia sehingga harus menunjukkan eksistensi dan kontribusi lebih luas. Semoga dengan pembangunan gedung baru ini dapat meningkatkan proses pendidikan di Unsyiah.

“Dengan peningkatan fasilitas ini, tentu ekspektasi Unsyiah semakin tinggi untuk menunjukkan eksistensinya dan harus lebih mampu menunjukkan kontribusinya,” pungkasnya.

Proyek 7 in 1  ini berupa dukungan terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang didanai oleh Islamic Development Bank (IDB) bersama Saudi Fund for Development (SFD), dan di bawah koordinasi Belmawa Kemristekdikti.

Dinamakan 7 in 1 karena proyek pembangunan dilaksanakan di tujuh universitas terpilih di Indonesia, yaitu Unsyiah, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Tanjung Pura, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Negeri Gorontalo, dan Universitas Sam Ratulangit.

Sumber: Unsyiah.ac.id

 

PENERIMAAN MAHASISWA BARU MELALUI JALUR SNMPTN TAHUN 2017

Diterbitkan pada 21 April 2017

Sehubungan dengan penerimaan mahasiswa baru Universitas Syiah Kuala melalui Jalur SNMPTN Tahun 2017, maka bersama ini kami umumkan kepada calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus oleh Panitia Pusat SNMPTN Tahun 2017 untuk dapat mengikuti tahapan pentng berupa verifikasi data akademik yang sudah di upload pada saat pendaftaran SNMPTN Tahun 2017.

 


Sumber : http://www.unsyiah.ac.id

 

 

Unsyiah Ciptakan Mobile Pengolahan Air Bertenaga Surya

Diterbitkan pada 05 April 2017

Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (FT Unsyiah) menciptakan unit mobile pengolahan air bertenaga surya dengan nama Ie Dhiet 1.0. Inovasi karya dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Unsyiah ini diluncurkan oleh Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng di halaman kampus FT Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Senin (27/3).

Rektor Unsyiah memaparkan, inovasi seperti ini sangat penting karena banyak daerah di Aceh yang kondisi airnya masih payau, sehingga masyarakat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Selain itu, tidak semua desa di Aceh mendapatkan sumber air dari PDAM. Maka perlu ada terobosan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rektor berharap, dengan alat ini maka masyarakat bisa mengkonsumsi air bersih yang layak.

“Unsyiah hanya memberikan teknologi untuk masyarakat, baik itu yang listriknya tidak ada, sumurnya susah, atau sumurnya harus dipompa dulu. Inovasi ini diberikan sebagai pengabdian Unsyiah dan untuk menjadi contoh kepada masyarakat,” ujar Rektor.

Dalam kesempatan itu, Ketua Laboratorium Desain dan Manufaktur FT Unsyiah, Muhammad Tadjuddin ST MEngSc mengatakan, gagasan menciptakan Ie Dhiet 1.0 ini terinspirasi dari kondisi air di lokasi bencana seperti desa Meunasah Jurong, Kabupaten Pidie Jaya yang kurang layak untuk diminum karena banyak menggandung senyawa Fe (besi).

“Unit pengolahan air sistem bergerak ini cocoknya memang untuk daerah rawan bencana, tapi juga bisa digunakan di daerah lain yang kesulitan mendapatkan air bersih,” katanya.

Tadjuddin menjelaskan, alat ini bekerja dengan cara tiga kali penyaringan yang filternya terdiri dari zat mangan, karbon aktif, filter 1 micron, dan filter 3 micron. Setelah melewati tiga tahap penyaringan dengan menggunakan filter aktif tersebut, maka air yang dihasilkan bisa digunakan oleh masyarakat. Meskipun air yang dihasilkan bisa langsung dikonsumsi, namun Tadjuddin menegaskan air ini harus tetap dilakukan uji kelayakan di Badan Pengawan Obat dan Makanan (BPOM).

 “Kalaupun airnya tidak bisa langsung diminum, setidaknya bisa diminum setelah dimasak ataupun sudah bisa digunakan untuk mandi,” jelasnya.

Menurutnya, selain untuk pengolahan air bersih, alat ini juga menyimpan energi listrik dengan daya 220 volt dan fasilitas penerangan 12 volt. Sumber energi mesin berasal dari solar cell. Satu unit alat ini menghabiskan biaya 30-35 juta rupiah untuk pembuatannya, dengan masa pengerjaan selama satu bulan.

“Sumber dana pembuatan Ie Dhiet 1.0 berasal dari sumbangan masyarakat Kalimantan Utara untuk korban gempa Pidie Jaya sebesar Rp10 juta dan selebihnya dari Unsyiah. Rencananya, unit pengolahan air mobile ini akan dibawa ke Pidie Jaya pada Kamis, 30 Maret 2017.

Wakil Dekan II FT Unsyiah, Dr Zahrul Fuadi ST MSc menambahkan, terobosan baru ini harus menjadi pemicu bagi mahasiswa Unsyiah lainnya untuk berkarya, karena salah satu indikator kinerja Unsyiah adalah adanya inovasi. Unit pengolahan air mobile ini merupakan inovasi yang kesekian kalinya dari FT Unsyiah. Sebelumnya FT berhasil menciptakan mobil listrik Malem Diwa dan perahu Katamaran. 

“FT mempunyai 40 laboratorium. Kalau bisa 1 lab melahirkan 1 inovasi setiap tahunnya. Pihak fakultas selalu memberikan dukungan penuh untuk menghasilkan sebuah inovasi,” pungkasnya.

Sumber: www.unsyiah.ac.id

 

Perkuliahan Semester Genap 2015/2016

Diterbitkan pada 31 Januari 2016

Perkuliahan Semester Genap 2015/2016 dimulai pada tanggal 1 Februari 2016. Mulai semester ini, setiap pengampu akan didata jumlah kehadiran tatap muka dengan menggunakan pemindai sidik jari (finger print). Dengan adanya sistem ini, maka jumlah kehadiran suatu mata kuliah akan mudah direkap dan pelaksanaan perkuliahan menjadi terstruktur dengan baik.

 

Perpanjangan masa pembayaran UKT Unsyiah Semester Genap 2015/2016

Diterbitkan pada 25 Januari 2016

Sesuai dengan surat Rektor Unsyiah Nomor 0363/UN11/TU/2016 bertanggal 22 Januari 2016, masa pembayaran UKT Unsyiah Semester Genap 2015/2016 telah diperpanjang dan dapat dibayarkan pada rentang waktu 25 Januari 2016 hingga 27 Januari 2016 sesuai pada Bank yang ditunjuk untuk melayani pembayaran tersebut.

Untuk itu, mahasiswa agar dapat mempergunakan kesempatan ini dan setelah tanggal tersebut tidak ada perpanjangan. Selengkapnya, dapat merujuk: http://unsyiah.ac.id/berita/permintaan-mahasiswa-spp-dibuka-kembali

Demikian, untuk menjadi perhatian.

 

Pengumuman

Diterbitkan pada 10 April 2015

 

Halaman 6 dari 6