Rektor Unsyiah Lantik Tiga Dekan Baru

Diterbitkan pada 16 Oktober 2017

Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Selasa (10/10) pagi melantik dua dekan baru dan satu pejabat dekan di lingkungan unversitas itu. Pelantikan ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh.

Mereka yang dilantik adalah Dr. Ir. Taufiq S, M.Eng sebagai Dekan Fakultas Teknik, Dr. Hajjul Kamil, S.Kp., M.Kep sebagai Dekan Fakultas Keperawatan, dan Dr. Hizir yang merupakan Wakil Rektor I Unsyiah ditunjuk sebagai Pejabat Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Taufiq menggantikan Dr. Ir. Mirza Irwansyah, MBA., MLA dan Hizir menggantikan Dr. Syarifuddin, SH., M.Hum. Sementara Hajjul, ini merupakan jabatan untuk keduakalinya.

Rektor dalam sambutannya berharap pejabat baru ini mampu bekerja baik dan mengedepankan persatuan dan kebersamaan untuk memajukan Unsyiah. Terutama dalam peningkatan akreditasi program studi yang beberapa di antaranya belum terakreditasi A. Sebab menurut Rektor, Unsyiah memiliki target 60 persen program studi telah terakreditasi A di awal tahun 2018 nanti. Ini dilakukan agar memudahkan para alumni Unsyiah untuk menemukan dan bekerja di tempat terbaik sehingga dapat membesarkan Unsyiah. Untuk itu, Rektor berharap para dekan dapat bekerja maksimal dalam sisa waktu tiga bulan sebelum memasuki tahun 2018.

“Kita menargetkan di tahun 2018, program studi di Unsyiah meraih akreditasi A sehingga memudahkan para alumni mendapatkan pekerjaan terbaik,” harap Rektor.

Secara khusus, Rektor berpesan ke dekan Fakultas Teknik untuk dapat meningkatkan akreditasi A di empat program studi fakultas tersebut ke akreditasi internasional. Ini sejalan dengan semangat Unsyiah untuk menjadi kampus terbuka yang mampu bersaing di tingkat ASEAN. Terlebih lagi saat ini sedang berlangsung masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Selain itu, Rektor juga berharap masing-masing dekan dapat meningkatkan sumber daya manusia sehingga regenerasi kepemimpinan di fakultas dapat berjalan baik dan mumpuni.

Pelantikan ini turut dihadiri dekan dari berbagai fakultas, para guru besar, dosen, dan civitas akademika lainnya.

 

 

Verifikasi Data (Wawancara) Calon Penerima Bantuan Bidikmisi Tahun 2017

Diterbitkan pada 06 Juli 2017

Rektor Universitas Syiah Kuala dengan ini mengumumkan kepada calon penerima BantuanBidikmisi jalur SBMPTN tahun 2017 (daftar nama–nama terlampir) agar dapat hadir pada:

Hari/Tanggal : Senin & Selasa, 10 dan 11 Juli 2017

Waktu : Pukul 08.00 s.d 16.00 WIB

Tempat : Gelanggang Mahasiswa Prof A. Majid Ibrahim

Kegiatan : Verifikasi Data (wawancara) Calon Penerima Bantuan Bidikmisi Tahun 2017

Dengan membawa :

  • Fotocopy Kartu peserta Bidikmisi tahun 2017.
  • Print out formulir pendaftaran Bidikmisi Online 2017.
  • Surat Pernyataan bersedia tinggal di Asrama Kopma Mahasiswa.
  • Surat Pernyataan calon penerima Bantuan Bidikmisi ( terlampir).
  • Foto keadaan rumah tampak utuh sisi depan, samping kiri, samping kanan dan belakang (contoh terlampir).
  • Fotocopy Kartu BSM (Bantuan Siswa Miskin), KIP (Kartu Indonesia Pintar) atau sejenisnya bagi yang memiliki.
  • Surat Keterangan Miskin yang di keluarkan oleh pejabat yang berwenang dimana orang tua berdomisili (contoh terlampir).
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK).

Demikian untuk dimaklumi dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Darussalam, 19 Juni 2017

Rektor

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,

Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC

NIP. 19630725 199102 1 001

Bahan–bahan terlampir dapat di unduh di bawah ini

 

sumber: unsyiah.ac.id

 

Pengumuman Kelas Internasional Feb Unsyiah

Diterbitkan pada 04 Juli 2017

IUP adalah kelas internasional program khusus dengan pengantar bahasa inggris, jumlah mahasiswa terbatas dengan beberapa mahasiswa asing. IUP menawarkan kesempatan student exchange ke Malaysia dan Taiwan, memenangi beasiswa Erasmus ke negeri Eropa dan kesempatan besar melanjutkan studi ke luar negeri.

IUP merupakan program lanjutan dari International Accounting Program (IAP) yang sudah berhasil menjadi model kelas internasional di Universitas Syiah Kuala. IAP kini memiliki alumni yang sedang menempuh studinya di Jerman, Australia, New Zealand dan Thailand. Sejumlah alumni juga sudah bekerja di perusahaan dan institusi ternama di Indonesia.

Penerimaan mahasiswa baru IUP 2017 dibuka untuk mahasiswa baru tahun 2017 dari program studi S1 Akuntansi, S1 Manajemen dan S1 Ekonomi Pembangunan. Masa pendaftaran 3 – 25 Juli 2017 Tes tulis dan wawancara: 10 sd 31 Juli 2017 Tempat pendaftaran: Kantor International Accounting Program (IAP) – Prodi Akuntansi Lantai 1 Ged. KPMG,Fakulas Ekonomi dan Bisnis, Unsyiah.

Informasi lebih lanjut: Rika (081360034656)

 

Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Jalur Prestasi Universitas Syiah Kuala Ta 2017/2018

Diterbitkan pada 21 Juni 2017

Rektor Universitas Syiah Kuala, membuka penerimaan mahasiswa baru Seleksi Jalur Prestasi Universitas Syiah Kuala Tahun Akademik 2017/2018, dengan ketentuan sebagai berikut;

  1. Persyaratan Peserta (calon mahasiswa):
    • Memiliki Ijazah dan Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah;
    • Memiliki prestasi untuk tingkat nasional atau internasional dalam bidang Olahraga, Seni, OSN (Olimpiade Sains Nasiona), MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), Hafiz Al-Quran 30 Juz, yang ditaih secara perorangan;
    • Berumur tidak lebih dari 23 tahun;
    • Memiliki nilai rapor SMA yang baik;
    • Sehat jasmani dan rohani;
    • Bebas narkoba.
  2. Pendaftaran:
    Pendaftaran mulai tanggal 20 Juni s/d 6 Juli 2017 (setiap jam kerja) dengan menyerahkan:
    • Formulir Pendaftaran;
    • Copy Ijazah atau Surat Keterangan Lulus;
    • Sertifikat sesuai prestasi yang diperoleh;
    • Pas foto berwarna ukuran 3x4 cm sebanyak 2 (dua) lembar;
    • Berkas diserahkan pada:
      Biro Akademik
      Gedung KPA, Lantai 2
      Universitas Syiah Kuala
      Darussalam - Banda Aceh
  3. Waktu dan Tempat Seleksi
    • Pelaksanaan seleski tanggal 12 Juli 2017;
    • Pukul 08:00 WIB s/d selesai di Gedung KPA, Unsyiah, Darussalam - Banda Aceh.
  4. Pengumuman Hasil Seleksi tanggal 18 Juli 2017

 

 

2.512 Peserta SBMPTN Lulus Masuk Unsyiah

Diterbitkan pada 15 Juni 2017

Sebanyak  2.512 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017 dinyatakan lulus seleksi masuk Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Pengumuman hasil SBMPTN 2017 dapat dilihat secara online di  laman  http://pengumuman.sbmptn.ac.id, Darussalam, Banda Aceh, Selasa (13/6).

Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengatakan, 2.512 peserta yang lulus terbagi atas tiga kelompok ujian, yaitu kelompok saintek diterima sebanyak 1.264 orang, soshum diterima 610 orang, dan campuran sebanyak 638 orang. Peserta SBMPTN 2017 juga dapat melihat pengumuman hasil seleksi pada laman mirror 12 PTN di Indonesia, salah satunya laman mirror Unsyiah di situs http://sbmptn.unsyiah.ac.id.

“Sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya, peminat yang memilih Unsyiah pada jalur masuk SBMPTN 2017 mencapai 42.809 orang, namun hanya 2.512 orang yang lulus seleksi,” katanya.

Ia mengungkapkan, bagi peserta SBMPTN yang belum berkesempatan lulus dapat mendaftarkan dirinya pada jalur Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat Indonesia (SMM PTN-BARAT) 2017. Pendaftaran jalur tersebut sudah dibuka sejak 1-30 Juni 2017. Pendaftaran dilakukan secara online di situs www.smmptnbarat.id.

“Selain itu, Unsyiah juga membuka jalur khusus bagi calon mahasiswa yang berprestasi yang bernama Seleksi Jalur Prestasi,” ujarnya.

Disebutkan, calon peserta Seleksi Jalur Prestasi harus memenuhi syarat, antara lain harus memiliki ijazah atau surat keterangan lulus pendidikan menengah, memiliki prestasi di tingkat nasional atau internasional dalam bidang olahraga, Olimpiade Sains Nasional (OSN), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Kemudian hafiz Alquran 30 juz juga diperkenankan untuk mendaftar pada jalur ini. Semua calon peserta berusia tidak lebih dari 23 tahun dan memiliki nilai rapor SMA yang baik, sehat jasmani dan rohani, dan bebas narkoba. Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan dan tata cara penerimaan mahasiswa baru melalui Jalur Prestasi akan ditetapkan oleh panitia.

Berdasarkan data yang diperoleh dari panitia pusat SBMPTN 2017, dari 797.739 pendaftar SBMPTN 2017, yang dinyatakan lulus sebanyak 148.066 peserta atau sekitar 14,36 persen sebagai calon mahasiswa di 85 PTN seluruh Indonesia.

sumber : www.unsyiah.ac.id

 

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU JALUR SMM PTN BARAT 2017

Diterbitkan pada 05 Juni 2017

 

Seperti disebutkan dalam Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 126 Tahun 2016, bahwasanya penerimaan mahasiswa baru program sarjana (S1) pada perguruan tinggi negeri, (PTN) selain dilakukan melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, dapat juga dilakukan melalui Jalur Mandiri yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.

Bahwasanya para Rektor PTN yang tergabung dalam Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Wilayah Barat (BKS Wilayah Barat) memandang penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri yang merupakan kewenangan pimpinan perguruan tinggi merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan secara profesional, terukur, terjamin dan efesien. Oleh karena itu, maka para Rektor dari 16 PTN anggota BKS Wilayah Barat, dalam pertemuannya di Jakarta pada tanggal 18 Februari 2017; tanggal 5-6 Maret 2017 dan tanggal 12-13 Maret 2017, telah bersepakat untuk dapat menyelenggarakan program seleksi masuk perguruan tinggi jalur mandiri secara bersama yang dinamakan program SMM PTN-BARAT 2017. 

 

 

UNSYIAH TERMASUK DARI 26 PERGURUAN TINGGI YANG JADI PENGASUH 78 UNIVERSITAS SWASTA

Diterbitkan pada 15 Mei 2017

Kementerian Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi menetapkan 26 perguruan tinggi yang terakreditasi A, menjadi perguruan tinggi asuh bagi puluhan perguruan tinggi swasta yang terakreditasi C. Puluhan perguruan tinggi itu nantinya akan mengasuh minimal 1-3 perguruan tinggi swasta untuk membantu peningkatan akreditasinya.

“Masing-masing perguruan tinggi asuh minimal membina 20 program studi di perguruan tinggi swasta itu,” kata Kepala Subdirektorat Penguatan Mutu Dirjen Penjaminan Mutu, Kemenristekdikti, Antari Wahyuning Mawarti di Kemenristekdikti, Jumat 5 Mei 2017.

Sebanyak 26 perguruan tinggi yang bakal jadi 'orang tua asuh' tersebut adalah Universitas Negeri Padang, Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Bandung, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas, Universitas Gunadharma, Universitas Negeri Semarang, Universitas Sriwijaya, Universitas Syah Kuala, Universitas Islam Indonesia, Universitas Lampung, Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Ada pula Universitas Udayana, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Kristen Petra, Universitas Sebelas Maret, Universitas Telkom, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Institut Teknologi Bandung, Unversitas Soegijapranata, Universitas Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Hasanuddin, Politeknik Negeri Semarang, dan Universitas Jember.

Program perguruan tinggi asuh merupakan satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan akreditasi perguruan tinggi di Indonesia. Maklum saat ini baru ada 50 perguruan tinggi terakreditasi A dari toral dari 4.472 perguruan tinggi di Indonesia. Sebanyak 345 perguruan tinggi lain terakreditasi B dan 736 perguruan tinggi lain berakreditasi C. Sisanya, sebanyak 3.340 perguruan tinggi belum terakreditasi.

Status program studi pun belum terlalu baik.  Baru ada 12 persen program studi dari total 26.672 yang terakreditasi A. Program studi terakreditasi B sebanyak 9.922 buah atau 49 persen. Sedangkan 7.820 program studi atau 39 persen terakreditasi C. Bahkan masih ada lima ribuan program studi yang tidak terakreditasi sampai saat ini. “Ini salah satu program prioritas kami,” kata Antari.

Kedua puluh enam perguruan tinggi asuh ini masing-masing mendapatkan Rp 500 juta untuk membagi ilmunya kepada perguruan tinggi swasta lain. Antari menjelaskan, perguruan tinggi asuh akan fokus mengajarkan sistem kepada perguruan tinggi targetnya. “Contohnya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember akan membagi sistem pengajarannya kepada Universitas Ma Chung, Malang pada program studi pendidikan Bahasa Inggris, Desain Komunikasi Visual dan Kimia,” kata Antari.

Program orang tua asuh ini akan berjalan selama setahun. Kegiatan ini dharapkan membantu pemerintah mencetak target 13.000 program studi unggul pada 2017. Selain program perguruan tinggi asuh, pemerintah pun menyiapkan program penguatan Kopertis dan program klinik Sistem Penjaminan Mutu Internal serta Program Uji Kompetensi Lulusan.

 

Sumber: Tempo.co

 

Halaman 5 dari 6