Wisuda Lokal Fakultas Teknik Unsyiah

Diterbitkan pada 17 November 2017

Pada tanggal 13 November 2017 telah dilaksanakan rapat senat terbuka dengan agenda wisuda lokal Program Magister, Sarjana dan Ahli Madya  untuk periode Agustus – Oktober 2017 yang bertempat di areal Fakultas Teknik Unsyiah.  Wisuda lokal ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng dan dihadiri oleh anggota Senat Fakultas Teknik yang terdiri dari para guru besar, pimpinan Fakultas, pimpinan Jurusan/Program Studi dan para anggota senat sebagai perwakilan dosen.  Untuk periode ini, Fakultas Teknik Unsyiah mewisuda 247 wisudawan yang terdiri dari 38 orang Magister Teknik, 164 orang Sarjana Teknik dan 45 orang Ahli Madya, dengan rincian 24 orang dari Program Magister Teknik Sipil, 8 orang dari Program Magister Teknik Kimia, 5 orang dari Magister Teknik Elektro, 1 orang dari Program Magister Teknik Industri, 41 orang dari Sarjana Teknik Sipil, 15 orang dari Sarjana Teknik Mesin, 25 orang dari Sarjana Teknik Kimia, 20 orang dari Sarjana Arsitektur, 17 orang dari Sarjana Teknik Elektro, 8 orang dari Sarjana Teknik Geofisika, 10 orang dari Sarjana Teknik Industri, 10 orang dari Sarjana Teknik Pertambangan. Untuk Program Ahli Madya dengan lulusan sebanyak 31 orang dari Program Studi Teknik Sipil, 2 orang dari Program Studi Teknik Mesin, 10 orang dari Program Studi Teknik Kimia, 2 orang dari Program Studi Teknik Listrik. Pada periode ini Fakultas Teknik meluluskan 28 orang wisudawan dengan predikat pujian atau Cum Laude, yaitu 1 orang dari Program Magister, 26 orang dari Program Sarjana dan 1 orang dari Ahli Madya. Dr.Taufiq Saidi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa apresiasi yang sangat tinggi pada mahasiswa yang telah menyelesaikan studi dengan tepat waktu, serta saat ini untuk 4 Program Studi yang telah mencapai akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) didorong untuk mengajukan akreditasi internasional dari Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), yaitu sebuah lembaga akreditasi yang diakui oleh Kemenristekdikti sebagai badan yang bertanggung jawab terhadap akreditasi program,-program studi yang memberikan gelar akademik di bidang teknik, teknologi, dan komputasi.

Dr. Taufiq Saidi, juga menyampaikan pada saat wisuda lokal periode ini, peningkatan kualifikasi SDM di Fakultas Teknik Unsyiah dengan keberhasilan beberapa dosen menyelesaikan program  Doktor, yaitu Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T. (Lulusan Universitas Diponegoro), Dr. Azwar, S.T., M.Eng.Sc. (Lulusan University of Malaya), Dr. Ir. Yanna Syamsuddin, M.Sc. (Lulusan Universiti Sains Malaysia), Dr. Munira Sungkar, ST, M.T. (Lulusan Chung Hua University, Taiwan) dan Dr. Suriadi, S.T., M.Sc. (Lulusan Universiti Sains Malaysia).

Diakhir kata sambutan, Dr. Taufiq Saidi memberikan nasehat pada lulusan agar seorang sarjana memiliki tanggung jawab sosial yang besar, berperilaku jujur, adil, peduli, disiplin, visioner, serta senang menolong dan berkerjasama. 

 

Rapat Kerja Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unsyiah

Diterbitkan pada 09 November 2017

Rapat Kerja Jurusan Teknik Kimia FT Unsyiah telah dilaksanakan pada tanggal 8 November 2017 di The Pade Hotel, Banda Aceh. Ketua Raker, Dr. Azwar, ST, M. Eng.Sc, menyampaikan bahwa para peserta raker dari unsur dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa di lingkungan Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Unsyiah. Dalam Rapat kerja (Raker) tahun 2017 ini, tema “Komitmen IABEE 2020 Menghasilkan lulusan yang berintegrasi dan bermartabat” menjadi agenda yang dibicarakan dalam penyusunan program kerja. Ketua Jurusan Teknik Kimia, Dr. Ir. Darmadi, M.T. juga menyampaikan tentang realisasi anggaran tahun 2017 yang sangat baik, serta rencana kerja tahun 2018 yang difokuskan pada pengembangan laboratorium dalam rangka akreditasi IABEE.

Raker dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng, yang mana beliau menyampaikan bahwa pada tahun 2018 Jurusan Teknik Kimia harus terakreditasi IABEE. Dalam menghadapi persaingan global dan regional yang tak terelakkan dan keterbukaan masyarakat global dunia, maka mengharuskan kesiapan tenaga kerja Indonesia untuk bersaing secara global. Dan juga Dr. Taufiq Saidi menyampaikan perlunya revitalisasi alat-alat laboratorium dalam menunjang penelitian dosen serta praktikum mahasiswa. 

 

Pengembangan Geowisata Di Provinsi Aceh

Diterbitkan pada 06 November 2017

Program Studi Teknik Geologi Jurusan Teknik Kebumian Fakultas Teknik Unsyiah mengadakan kegiatan FocusGroup Discussion dengan tema “Pengembangan Geowisatadi Provinsi Aceh” bertempat di Balee Muasyarah Fakultas Teknik Unsyiah, dengan narasumber Ir. Priatna, MT dan Dr. Ir. Mochammad Wahyudi Memed, M.T dari Kementerian ESDM Badan Geologi Bandung pada tanggal 02 November 2017.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Kebumian, Marwan, S.Si, M.T, yang mana beliau sampaikan tujuan kegiatan ini agar pengembangan geowisata di Aceh akan semakin lebih maju dan baik serta lebih dikenal oleh dunia. Marwan, MT juga menyebutkan bahwa terdapat grup mahasiswa Prodi Teknik Geologi yang telah menjuarai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan tema geowisata di Goa Tujuh, Laweung mewakili Unsyiah yang diperlombakan di PIMNAS, Makassar.

Pemateri pertama Dr. Ir. Mochammad Wahyudi Memed, M.T menyampaikan mengenai “Geologi Lingkungan dalam Penataan Ruang”. Menurut beliau, sebelum dikembangkannya suatu lokasi alam yang terbentuk akibat fenomena geologi dan memiliki keindahan yang menarik, perlu diketahui dan dipahami mengenai peraturan – peraturan yang menyangkut dalam pengembangan geowisata tersebut. Sehingga dengan dijalankannya suatu tempat menjadi geowisata tidak memiliki suatu pelanggaran hukum yang telah diatur. Beliau menyampaikan pengembangan suatu tempat menjadi geowisata pastinya menjadi suatu tempat yang sudah harus dilindungi dan dilestarikan, namun tetap bisa menjadi objek wisata bagi masyarakat.

Dilanjutkan dengan presentasi oleh Ketua Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah, Gartika Setiya Nugraha, S.T., M.Si, mengenai beberapa geosite(suatu keunikan geologi) yang ditemukan pada area barat Aceh yang berpotensi sebagai geowisata Aceh yang perlu dikembangkan. Beliau menjelaskan bahwa Pantai Lumba – Lumba yang berada di Geurutee, Aceh Jaya dengan pantainya berbentuk letterU dan keasrian alam sekitarnya yang menawan dapat menarik perhatian masyarakat. Di dekat pantai ini dijumpai singkapan karst pada tebing – tebing sekitar. Pantai ini masih belum banyak didatangi oleh masyarakat Aceh, hanya saat ini dapat dilihat dari Puncak Geurutee. Di Paro Utara juga ditemukan Goa Karst yang memiliki keindahan dalam goa dan dapat menjadi site yang beredukasi. Beliau mengharapkan pengunjung goa dapat menjaga sekitar goa agar tetap bersih. Beliau berpendapat kawasan – kawasan tersebut dapat menjadi suatu kawasan geowisata yang dapat banyak menarik perhatian masyarakat Aceh, Indonesia maupun Internasional.

Pemateri terakhir Ir. Priatna, M.T, mengenai beberapa tempat yang berpotensi menjadi lokasi Geowisata di Aceh seperti kapal PLTD Apung, kapal di atas rumah, museum tsunami, Danau Lut Tawar pantai Iboih di Sabang, Pantai Rubiah di Pulau Weh, Landmark Nol Kilometer di Sabang, dan Pantai Lampuuk di Aceh Besar. Beliau menyampaikan untuk menjadikan Provinsi Aceh sebagai tempat geopark tingkat Internasional perlu dipikirkan suatu tema yang unik dari daerah Aceh yang tidak ditemukan di manapun. Beliau menyebutkan Sabang merupakan suatu tempat yang berpotensi besar yang dapat dikembangkan dan dipromosikan ke dunia sebagai lokasi geowisata ataupun geopark dengan keindahan pantai – pantai dan keindahan karang – karang bawah laut, namun tidak menutup kemungkinan geosite– geosite yang lainnya ditemukan di Aceh tetap akan dijadikan suatu lokasi wisata geologi.

Kegiatan FGD ini turut mengundang dinas – dinas terkait seperti Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh, Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, CRU Aceh, WWF Aceh, dan dosen – dosen Prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah. Para peserta FGD menyampaikan bahwa diperlukannya suatu pembangunan yang sinergi antara perguruan tinggi yaitu Universitas Syiah Kuala dan dinas – dinas terkait untuk mengangkat suatu tempat di Aceh yang menjadi calon geopark yang dapat diakui oleh dunia dan disahkan oleh Unesco Global Geoparks (UGG). Forum menyetujui bahwa pelaksanaan pengembangan geowisata di Aceh ini harus disegerakan pelaksanaannya dan dapat terlaksana dengan sukses dan baik.

 

Rapat Kerja Program Studi Teknik Mesin dan Program Studi Magister Teknik Mesin.

Diterbitkan pada 06 November 2017

Program Studi Teknik Mesin (PSTM) dan Program Studi Magister Teknik Mesin (PSMTM) telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pada tanggal 2 November 2017 di Kuala Village Meeting Hall yang berada di Jalan Syiah Kuala Gampong Lambaro Skep Banda Aceh. Rapat kerja membahas rencana dan program yang akan dilaksanakan pada tahun 2018 yang diikuti oleh dosen, pegawai dan mahasiswa di lingkungan kedua Prodi dan dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik Unsyiah Dr. Taufiq Saidi. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik mengapresiasi kedua Prodi yang siap menjalankan raker lebih cepat dari jadwal biasanya. Dekan juga mensosialisasikan kembali beberapa program kerja beliau sehingga diharapkan program kerja PSTM dan PSMTM bisa disinergikan. Raker ini diisi dengan beberapa kegiatan seperti presentasi evaluasi diri, key perfomance index dan program kerja ke depan. Kemudian, para ketua laboratorium juga melaporkan perkembangan terbaru dari masing- masing laboratorium dan diikuti oleh presentasi oleh koordinator tugas akhir, rancangan elemen mesin, dan karya ilmiah. Sesi siang diisi dengan pembahasan rencana kegiatan ke depan. Dalam sesi ini, banyak masukan dari para dosen untuk perencanaan kegiatan ke depan. Raker ini ditutup sore hari, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

 

 

Raker Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Diterbitkan pada 06 November 2017

 

Pada tanggal 2-3 November 2017 Program Studi (Prodi) Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala telah melaksanakan rapat kerja (Raker) 2017. Raker yang diikuti seluruh komponen pada Prodi Teknik Geologi itu turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, DR. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng disela-sela kesibukannya. Dalam kata sambutannya, Dekan Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala, DR. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng. menegaskan bahwa rencana kerja yang diusulkan hendaknya mengacu kepada Renstra Fakultas, dalam hal ini Fakultas Teknik-Unsyiah, dan Renstra Universitas Syiah Kuala. Lebih lanjut, DR. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng juga menambahkan bahwa evaluasi yang diberikan oleh Tim Asesor BAN-PT pada saat visitasi sebelumnya perlu mendapatkan perhatian khusus dari prodi agar prodi bisa mendapatkan nilai akreditasi yang lebih baik pada saat akreditasi berikutnya.

Secara garis besar, raker tersebut membahas 4 upaya-upaya pokok dalam hal peningkatan kualitas pembelajaran, peningkatan relevansi dan produktivitas prodi, peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan, dan revitalisasi pendukung Tridarma perguruan tinggi. Bentuk-bentuk kegiatan nyata yang akan diimplementasikan Prodi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala pun diusulkan. Seluruh komponen dalam prodi seperti Dosen, Tenaga Administrasi, Tenaga Laboran dan mahasiswa turut serta berperan aktif dalam proses pengusulan kegiatan-kegiatan tersebut. Indikator-indikator kinerja dalam setiap usulan dijadikan acuan pada setiap usulan kegiatan. 

 

Rapat Kerja Jurusan Teknik Elektro dan Komputer (JTEK) Tahun 2017 Fakultas Teknik, Unsyiah

Diterbitkan pada 03 November 2017

 

Dalam rangka pengusulan dan penganggaran kegiatan Tahun 2019, Jurusan Teknik Elektro dan Komputer yang membawahi 3 program studi: Program Studi Teknik Elektro (PSTE), Program Studi Teknik Komputer (PSTekkom) dan Program Studi Magister Teknik Elektro (MTE), mengadakan Rapat Kerja (Raker) bersama pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2017, di Ruang Seminar JTEK. Raker ini diawali dengan sambutan dari Ketua Jurusan, Dr. Nasaruddin, S.T., M. Eng, yang mengatakan bahwa PSTE akan mengusulkan akreditasi internasional IABEE, PSTekkom akan mengusulkan akreditasi BAN PT untuk pertama kali dan Program Studi MTE akan mengusulkan akreditasi kembali BAN PT, pengusulan akreditasi ketiga prodi ini akan dilakukan pada Tahun 2018 atau awal Tahun 2019. Pada Raker ini, tema yang dipilih adalah “Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kinerja dalam Pencapaian Visi Misi Prodi”. 

Selanjutnya, Raker ini dibuka oleh Dekan Fakultas Teknik  Universitas Syiah Kuala, Dr. Ir. Taufiq Saidi, M.Eng. Dekan Fakultas Teknik dalam sambutannya mengatakan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kinerja butuh dukungan kuat dari Fakultas Teknik. Dengan kepemimpinan yang baru pada Fakultas Teknik, revitalisasi struktur organisasi jurusan yang mengkoordinir prodi-prodi dibawahnya perlu dilakukan dengan membuat kejelasan tupoksi masing-masing. Kemudian, Fakultas Teknik akan membuat perencanaan dan pengelolaan anggaran yang transparan dengan mempertimbangan keseimbangan untuk semua prodi. Disamping itu, Dekan Fakultas Teknik juga sangat setuju dengan tema raker yang diusung oleh JTEK dengan harapan mutu pendidikan dan kinerja semua sivitas akademika dapat ditingkatkan.

Pelaksanaan Raker dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing prodi diawali dengan evaluasi kegiatan tahun 2017 dan perencanaan kegiatan tahun 2018. Kemudian, masing-masing prodi mendiskusikan usulan kegiatan dan anggaran untuk tahun 2019. 


 

AHLI EKPLORASI MIGAS KUNJUNGI FT UNSYIAH

Diterbitkan pada 02 November 2017

 

 

Pada semester Ganjil 2017/2018 ini, Program Studi Teknik Geologi Fakultas Teknik Unsyiah, mengadakan kuliah tamu dengan tema “Petroleum Systems and Play Concepts of North Sumatera Basin (NSB)bertempat di Balee Keurukon Fakultas Teknik Unsyiah, dengan pemateri Dr Ir. Agus Guntoro, M. Si dari Universitas Trisakti pada tanggal 31 Oktober 2017.

Kuliah tamu tersebut dibuka oleh Ketua Jurusan Teknik Kebumian, Marwan, S.Si, M.T. dan beliau menyampaikan bahwa kehadiran nara sumber yang mempunyai keahlian di bidang eksplorasi migas dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memahami tentang potensi migas yang di Aceh.  

Dr Ir. Agus Guntoro, M. Si yang juga salah seorang ahli ekplorasi migas di Indonesia dalam paparannya menyampaikan bahwa Indonesia pertama sekali menemukan lapangan minyak yaitu di telaga Said Rantau Aceh Tamiang. Potensi Migas di Aceh sangat besar dan masih banyak yang belum dieksplorasi dan menjadi tantangan. Pemerintah pusat dan pemerintah Aceh dalam kebijakannya sudah membentuk Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) sebagai perpanjangan SKK Migas pusat yang memberikan batas Wilayah Kerja (WK) yang dikelola sejauh hingga 12 mil dari batas pantai, maka BPMA harus membuktikan potensi tersebut. BPMA dapat melakukan joint study dengan Universitas Syiah Kuala sebagai center of excellence di daerah untuk menjawab tuntutan tersebut. Informasi tentang North Sumatera Basin (NSB) adalah merupakan satu dari 173 basin terbesar di dunia, sementara di Indonesia merupakan termasuk dalam 3 terbesar dan 73 % dari NSB merupakan lapangan yang matang (mature field). Terkait dengan penyediaan data, untuk melakukan eksplorasi diperlukan adanya Geochemstry Summary sehingga dapat dianalisis jumlah Total Organic Content (TOC). Diakhir acara kuliah tamu, pemateri menawarkan 3 skim pembiayaan mahasiswa yang terdiri dari 2 orang mahasiswa program studi Teknik Geofisika dan 1 orang mahasiswa program studi Teknik Geologi. Pembiayaan tersebut untuk melakukan KKP di Pusat Studi Kebumian di Universitas Trisakti.

Kuliah umum ini selain diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Geofisika, juga dihadiri oleh mahasiswa dari program studi Teknik Pertambangan dan program studi Teknik Geologi. Dengan adanya kuliah tamu ini, terbuka peluang bagi mahasiswa untuk terlibat secara akademik dalam melakukan kajian serta dapat turut dalam mengekplorasi potensi yang ada bersama-sama stake holder dan pemerintah nantinya.

 

Halaman 3 dari 6